Bandar LampungLampungPemerintahan

Wagub Jihan Nurlela Buka Kick Off Meeting Literasi Numerasi

×

Wagub Jihan Nurlela Buka Kick Off Meeting Literasi Numerasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur  Lampung, Jihan Nurlela membuka Acara Kick Off Meeting Literasi Numerasi dan Talk show Pendidikan yang di gagas oleh  Program Kreasi Save The Children bersama LP Ma'arif NU PBNU || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Wakil Gubernur  Lampung, Jihan Nurlela membuka Acara Kick Off Meeting Literasi Numerasi dan Talk show Pendidikan yang di gagas oleh  Program Kreasi Save The Children bersama LP Ma'arif NU PBNU || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Wakil Gubernur berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat tersosialisasinya program literasi numerasi karakter bermuatan GEDSI, tersosialisasinya literasi lingkungan dan ramah anak, serta meningkatnya mutu guru dan satuan pendidikan.

Sementara itu Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. H. Alamsyah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program yang menjadi unggulan LP Ma’arif NU PBNU.

Program ini merupakan hasil kerjasama dengan berbagai kelembagaan, mulai dari pemerintah pusat hingga lembaga luar negeri, dan sudah berjalan di  LP Ma’arif NU PBNU Seluruh Indonesia.

Alamsyah juga mengatakan, Kabupaten Tanggamus terpilih sebagai salah satu daerah tersiap melaksanakan program tersebut dengan berbagai macam stakeholder kelembagaan, kepanitiaan serta pengurusnya.

“Oleh Karna itu kami berterimakasih atas terplihnya Kabupaten Tanggamus menjadi tempat untuk pendidikan, pembelajaran, pengabdian, penguatan Literasi, Numerasi dan program lainnya,” ucap Alamsyah.

Adapun Sekretaris Jenderal LP Ma’arif NU PBNU, H. Harianto Oghie menyatakan bahwa nilai pada program ini menciptakan Pedidikan Ramah anak, guna menghindari dari Perundungan, Introgasi dan Kekerasan. maka dari itu Program ini menjadi Program berkelanjutan pada bidang Pendidikan, yang akan dipraktekan dan sebar luaskan ke seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

“Penguatan literasi, numerasi, dan karakter terintegrasi dengan nilai-nilai, GEDSI, perlindungan anak dan ekologis spiritual dalam setiap kebijakan dan program yang kita jalankan dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, seimbang, dan ramah untuk semua,” tutupnya. (Rls/SA)