LampungLampung SelatanPemerintahan

Wagub Lampung Hadiri Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

60
×

Wagub Lampung Hadiri Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Sebarkan artikel ini
Wagub Lampung Jihan Nurlela menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Pesantren Darussalam Gontor, yang berlangsung di Gontor Putra Kampus 7, Kec. Kalianda, Lampung Selatan || Foto: Adpim
Wagub Lampung Jihan Nurlela menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Pesantren Darussalam Gontor, yang berlangsung di Gontor Putra Kampus 7, Kec. Kalianda, Lampung Selatan || Foto: Adpim

5W1HIndonesia.id, Lampung Selatan – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Pesantren Darussalam Gontor, yang berlangsung di Gontor Putra Kampus 7, Kec. Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (15/11/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menekankan peran strategis pesantren dalam membentuk karakter bangsa di tengah tantangan pendidikan modern dan arus teknologi yang semakin cepat.

Baca Juga  Kepala DLH Provinsi Lampung Masuki Purna Tugas, Pemprov Lampung Apresiasi Dedikasi dan Pengabdian

Menurut Wagub Jihan, pesantren telah lama menjadi benteng bagi pendidikan akhlak sekaligus ruang lahirnya generasi berpengetahuan luas.

“Seratus tahun perjalanan Gontor membuktikan bahwa pesantren mampu berkontribusi nyata bagi peradaban. Banyak tokoh bangsa lahir dari Gontor—ulama, akademisi, diplomat, hingga pemimpin masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Tekankan Pentingnya Pemanfaatan Data Kependudukan Untuk Pengambilan Kebijakan

Pada peringatan satu abad ini, seluruh rangkaian acara ditangani oleh santri dan santriwati, mulai dari dokumentasi, dekorasi, hingga pengelolaan acara. Wagub Jihan menilai hal ini menunjukkan kualitas kedisiplinan dan kreativitas santri Gontor.

Baca Juga  Ramadan Bersama Siswa SLB, Wagub Jihan Tekankan Nilai Empati dan Ketakwaan

Pada kesempatan itu juga, Wagub Jihan menyinggung krisis kepercayaan sebagian orang tua terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren akibat munculnya sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.