“Tadinya kami belum merasakan terangnya di rumah dan memasak dengan gelap-gelapan, namun sekarang sudah dapat merasakan terangnya listrik dengan lampu-lampu yang begitu terang,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dengan tersedianya listrik juga membantu dan mempermudah pelayanan desa kepada masyarakat.
“Dulu kami memakai mesin ketik, sekarang sudah bisa membeli komputer dan printer, jadi kami tidak perlu jauh-jauh untuk mencetak berkas-berkas yang kami butuhkan di desa,” terang Asep.
Menurut Asep, bukan hanya berdampak pada pelayanannya di desa, namun listrik juga membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Karang Brak.
Begitu pun juga diungkapkan Sumartini. Selaku pedagang minuman dingin, Sumartini merasa sangat terbantu dengan tersedianya listrik, karena Dia tidak perlu pergi jauh untuk mencari es sebagai bahan baku dagangannya.
“Tadinya saya harus membeli es di Kota Agung yang cukup jauh, sekarang saya bersyukur PLN sudah masuk dan saya bisa bikin es sendiri,” ungkap Sumartini. (Rls/SA)











