LampungLampung TengahPENDIDIKAN

722 KPM PKH di Lampung Tengah Lulus Graduasi Mandiri

×

722 KPM PKH di Lampung Tengah Lulus Graduasi Mandiri

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 722 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Tengah resmi graduasi mandiri || Foto: Istimewa
Sebanyak 722 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Tengah resmi graduasi mandiri || Foto: Istimewa

Gubernur Mirza juga mengapresiasi para pendamping PKH dan tim kabupaten yang berhasil menjadi pionir dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Yakni sistem data tunggal sosial ekonomi yang menjadi rujukan seluruh program pemerintah.

“Dengan DTSEN, bantuan tidak lagi diberikan berdasarkan kedekatan, tetapi berdasarkan data. Ini adalah lompatan besar dalam memastikan seluruh program tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak program nasional akan hadir di Lampung Tengah. Antara lain: MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, program peternakan, perikanan kolam, dan lainnya.

Gubernur meminta agar UMKM PKH, terutama yang sudah lulus graduasi, diprioritaskan memasok kebutuhan MBG dan dapur-dapur di Lampung Tengah. Pendamping juga diminta untuk membuka akses pasar bagi usaha keluarga yang sudah mandiri.

Gubernur Mirza menutup arahannya dengan pesan kuat. “Fondasi pembangunan adalah keluarga yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Dan itu hanya bisa diwujudkan jika kita bergerak bersama, memastikan program tepat sasaran, dan pendamping bekerja sepenuh hati,” ucapnya.

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dalam sambutannya menekankan bahwa Pasar PKH Terbanggi Besar adalah contoh nyata keberhasilan gerakan ekonomi lokal yang dirintis dari bawah. Kemudian diperkuat oleh pemerintah.

“Setiap pekan, perputaran uang di Pasar PKH ini mencapai 40–50 juta rupiah. Ini motor ekonomi warga,” ujar Ardito.

“Bantuan sosial itu sementara, pemberdayaan itu selamanya. Dengan dukungan Presiden dan Gubernur yang turun langsung melihat masyarakat, mari kita manfaatkan momentum ini untuk memutus rantai kemiskinan secara menyeluruh,” tegas Ardito.

Acara diakhiri dengan prosesi seremonial graduasi, penyerahan bantuan modal, dan peninjauan Pasar Tradisional PKH. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan hangat dan penuh optimisme. (Rls/SA)