Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung dan Dekranasda Gelar Pra-Event Kriya Jemari 2025 Bersama Pegiat Media Sosial

64
×

Pemprov Lampung dan Dekranasda Gelar Pra-Event Kriya Jemari 2025 Bersama Pegiat Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event "Temu Jemari" bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event "Temu Jemari" bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event “Temu Jemari” bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan persiapan Pameran Kriya Jemari 2025 yang akan berlangsung pada 20–22 November mendatang.

Pertemuan ini menjadi wadah resmi Dekranasda Provinsi Lampung untuk berdialog dengan influencer dan media, berbagi informasi, serta memperkuat jejaring publikasi menjelang pelaksanaan pameran. Dalam suasana santai, para peserta diajak berdiskusi mengenai strategi promosi agar gaung Kriya Jemari lebih luas dan efektif menjangkau generasi muda.

Baca Juga  Gubernur Arinal Lepas Kontingen Lampung Ikuti Porwil Sumatera XI

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya menekankan pentingnya kreativitas berbasis kearifan lokal. Ia menyebut potensi besar yang bisa digarap jika kerajinan Lampung mampu menjawab kebutuhan pasar wisatawan yang terus meningkat.

Baca Juga  Konsistensi PLN terhadap K3, Enam Unit PLN Lampung Raih Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja dari Kemnaker RI

Gubernur mengungkapkan bahwa tahun 2024 Lampung mencatat 18 juta kunjungan wisatawan domestik, sementara hingga Juli 2025 angka kunjungan telah mencapai 17 juta.

Baca Juga  Delapan Jalan Perkotaan di Bandar Lampung Akan Dilakukan Perbaikan Tambal Sulam

Tahun ini, Pemprov memproyeksikan 28–30 juta wisatawan datang ke Lampung dengan rata-rata belanja Rp 1,8 juta per orang.

“Hitung saja berapa triliun uang masuk ke Lampung tanpa kita menanam atau mengolah apa-apa. Ini peluang besar,” ujarnya.