Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung dan Dekranasda Gelar Pra-Event Kriya Jemari 2025 Bersama Pegiat Media Sosial

68
×

Pemprov Lampung dan Dekranasda Gelar Pra-Event Kriya Jemari 2025 Bersama Pegiat Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event "Temu Jemari" bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event "Temu Jemari" bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Menurut Gubernur, sebagian besar wisatawan mencari produk khas Lampung, tetapi selama ini pilihan barang masih terbatas dan cenderung mahal.

“Kondisi ini menjadi tantangan agar pengrajin menghadirkan produk kreatif yang unik, berciri lokal, namun sesuai kebutuhan pasar masa kini,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Arinal Ajak IDI Lampung Profesional dalam Mengabdi dan Melayani

Gubernur juga menyoroti karakter konsumtif kelompok Gen Z dan milenial yang kini menjadi penyumbang belanja terbesar. Karena itu, ia mendorong Dekranasda untuk mengembangkan kerajinan yang lebih modern dan terkurasi. “Kualitas harus bagus dan harganya terjangkau. Kurasi harus ketat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi peran para influencer dalam mempromosikan UMKM lokal. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai “charity” atau kontribusi penting bagi kemajuan ekonomi kreatif Lampung.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Lampung dan ITERA, Langkah Nyata Mewujudkan Lampung sebagai Lumbung Pangan dan Inovasi Teknologi

Brand akan naik kalau hook-nya kuat dan dibantu promosi oleh teman-teman influencer,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyampaikan bahwa Kriya Jemari merupakan transformasi dari kegiatan tahunan Lampung Craft.

Baca Juga  Peringati May Day, Puluhan Karangan Bunga Penuhi Trotoar Tugu Adipura

Rebranding ini tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan konsep kuratorial yang lebih modern, inovatif, dan mengedepankan storytelling produk.