Intermezo

Sinopsis A Man Called Otto, Film Viral yang Menguras Air Mata

94
×

Sinopsis A Man Called Otto, Film Viral yang Menguras Air Mata

Sebarkan artikel ini
sinopsis A Man Called Otto
Ilustrasi Sinopsis A Man Called Otto || Photo by Reelgood || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDINTERMEZO – Sinopsis A Man Called Otto sedang banyak diperbincangkan orang-orang lantaran viral di media sosial. Ya, film ini sukses mengundang rasa penasaran sebab dikatakan dapat membuat penonton banjir air mata.

Tayang di bioskop pada 13 Januari 2023, film A Man Called Otto dibintangi oleh aktor ternama, Tom Hanks. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sinopsis dari film A Man Called Otto, yuk simak pembahasan berikut.

Sinopsis A Man Called Otto Lebih Lengkap

A Man Called Otto merupakan film dengan genre drama komedi yang diadaptasi dari novel Swedia bertajuk A Man Called Ove (2012) karya Fredrik Backman. Buku novel ini kemudian diadaptasi ke dalam bentuk film dengan judul sama dan menjadi nominasi Oscar di tahun 2015.

Untuk sinopsis singkatnya, A Man Called Otto menceritakan tentang Otto Anderson (Tom Hanks), yakni seorang pria berusia 63 tahun yang tinggal di pinggiran kota Pittsburgh, Pennsylvania. Otto menghabiskan masa tua seorang diri setelah pensiun dari perusahaan baja dan meninggalnya sang istri.

Kesan pertama yang akan dirasakan orang-orang ketika melihat Otto kemungkinan besar adalah sosok pria pemarah dan suka menggerutu. Sebab, Otto memang memiliki sifat kaku, keras hati, dan mudah marah karena bersumbu pendek.

Selain itu, dirinya juga begitu disiplin dalam beraktivitas sehari-hari bahkan memiliki rutinitas yang baku serta tidak dapat diganggu atau diubah sesuka hati. Dengan demikian, hampir semua orang yang bersinggungan dengan Otto menganggap dirinya sebagai orang menyebalkan.

Sementara Otto sendiri melihat orang lain sebagai makhluk bodoh karena tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Namun, perangai menyebalkan dan sikap pemarah tersebut bukan muncul tanpa alasan. Pasalnya, Otto memiliki segudang pengalaman traumatis yang membuat hidupnya penuh rasa bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *