Zona Muslim

Bentuk-bentuk Dosa Jariyah dan Tata Cara Bertaubatnya

113
×

Bentuk-bentuk Dosa Jariyah dan Tata Cara Bertaubatnya

Sebarkan artikel ini
bentuk-bentuk dosa jariyah
Ilustrasi Bentuk-bentuk Dosa Jariyah || Photo by Ian Stauffer on Unsplash || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Bentuk-bentuk dosa jariyah harus dikenali dan dipahami umat muslim, baik pria maupun wanita. Dosa jariyah sendiri merupakan perbuatan tercela atau maksiat di mana akan terus mengalir meski pelakunya sudah meninggal dunia.

Selain itu, dosa jariyah juga memiliki efek domino, yaitu bisa bertambah seiring tersebarnya perbuatan maksiat tersebut. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait bentuk dari dosa jariyah, yuk simak pembahasan berikut.

Bentuk-bentuk Dosa Jariyah yang Perlu Diketahui

Dosa jariyah sudah disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah. Bunyi hadis tersebut, yaitu “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapat dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun’”. (HR. Muslim)

Karena itu, selagi diberi kesempatan oleh Allah SWT, sudah sepatunya umat muslim bisa memilah mana amalan terpuji atau tercela. Adapun beberapa bentuk dari dosa jariyah yang wajib diketahui, antara lain:

1. Mempelopori Perbuatan Maksiat

Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam Islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka”. (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, siapa saja yang telah mempelopori maksiat, maka dosanya akan ditanggung oleh dirinya sendiri. Untuk itu, anak adam yang pertama kali melakukan pembunuhan, dialah yang dilimpahi tanggung jawab atas semua kasus pembunuhan karena kedzaliman yang terjadi.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mengajak Melakukan Maksiat

Meski bukan pelopor, orang yang mengajak untuk melakukan maksiat juga sedang menumpuk dosa jariyah. Allah SWT berfirman mengenai kondisi orang kafir di akhirat kelak, di mana mereka akan menanggung kekufurannya, serta dosa-dosa yang sudah menyesatkan.

Sebagaimana dituturkan dalam QS. An-Nahl ayat 25, “Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan)”.

3. Membuka Aurat

Dalam QS. An-Nur ayat 31 dijelaskan, “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat”.

Kandungan ayat tersebut memerintahkan kaum wanita untuk menutup auratnya. Hal ini bertujuan agar tidak memancing gairah dari lawan jenis yang melihatnya. Meski wanita tidak berniat memancing, tetapi tetap dipamerkan sehingga mengundang dosa baginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *