5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah kota Bandar Lampung menggelar senam dan jalan sehat bersama 5.000 penyandang disabilitas mewakili 20 kecamatan se-Bandar Lampung di Tugu Adipura pada, Minggu (18/5/2025).
Kegiatan itu turut dihadiri oleh Gubernur Mirzani Djausal, Penggiat disabilitas Reda Manthovani, Walikota Eva Dwiana, unsur Forkopimda dan seluruh kepala OPD di jajaran pemerintahan kota Bandar Lampung.
Pada kesempatan itu, Gubernur Mirzani Djausal turut meresmikan gedung sekolah disabilitas pertama di provinsi Lampung.
Kegiatan itu meraih rekor MURI pada kategori Pagelaran Gerak dan Lagu Penyandang Disabilitas terbanyak diserahkan langsung perwakilan MURI Direktur Marketing MURI Awam Rahargo kepada Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana.
Antusias peserta penyandang disabilitas sudah terlihat sejak pukul 06.00 pagi yang mana jalan sehat dimulai di depan gedung PLN Jalan Diponegoro dan finish di Tugu Adipura.
Dalam sambutannya, Walikota Eva Dwiana mengucap syukur atas digelarnya jalan sehat dan senam bersama penyandang disabilitas itu.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan apresiasi kepada seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang juga bagian dari warga kota Tapis Berseri.
Eva Menambahkan, kedepan akan ada pernambahan fasilitas penunjang untuk penyandang disabilitas, khususnya untuk murid yang bersekolah di Sekolah Disabilitas Negeri.
“Semua yang terbaik akan kita lakukan untuk masyarakat kota Bandarlampung. Untuk saat ini sekolah disabilitas sudah ada tiga ratusan lebih siswanya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga akan mempersiapkan bus untuk antar jemput anak penyandang disabilitas saat hendak bersekolah.
“Nanti kita juga akan siapkan bus antar jemput khusus anak disabilitas agar terjaga keamanannya,” tambahnya.
Reda Manthovani Apresiasi
Reda Manthovani selaku penggiat disabilitas mengapresiasi langkah Walikota Eva Dwiana dengan mendirikan sekolah disabilitas negeri pertama di Lampung.
“Bandar Lampung telah mengambil langkah luar biasa dengan mendirikan Sekolah Disabilitas Bunda, sebuah sekolah gratis bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Pembangunan sekolah disabilitas negeri di Bandar Lampung merupakan bukti nyata pemerintah kota Bandar Lampung dalam memastikan seluruh golongan masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
“Keberadaan sekolah ini mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap sesama, terutama dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas.,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Reda berharap model sekolah disabilitas negeri yang di gagas oleh pemkot Bandar Lampung bisa dibangun di wilayah lain di Lampung.
“Harapan ke depan adalah agar model sekolah seperti ini semakin berkembang, tidak hanya di Bandar Lampung tetapi juga di berbagai daerah lainnya, sehingga lebih banyak anak penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkasnya.











