Bandar LampungLampungNasionalPemerintahan

Kepala BKKBN RI Hadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 di Metro

31
×

Kepala BKKBN RI Hadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 di Metro

Sebarkan artikel ini
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mulyojati, Kota Metro || Foto: Istimewa
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mulyojati, Kota Metro || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Metro – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, dalam Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mulyojati, Kota Metro, Kamis (25/9/2025).

Tahun ini, peringatan mengusung tema “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”.

Wagub Jihan menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan upaya menyiapkan generasi emas Indonesia, khususnya generasi Lampung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca Juga  Gelar Apel Siaga Kelistrikan, PLN Dukung Suksesnya Ajang Internasional WSL Krui Pro 2025

“Hari Kontrasepsi Sedunia bukan sekadar peringatan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Wagub Jihan.

Ia menegaskan kontrasepsi berperan penting dalam menurunkan angka stunting, mencegah kehamilan berisiko tinggi, serta membangun generasi yang tangguh.

Baca Juga  Peringati Hari Prematuritas Sedunia 2025, Wagub Jihan: Pemprov Lampung Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan

Menurutnya, kontrasepsi tidak hanya sebatas menunda kehamilan, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya keluarga sehat dan sejahtera.

“Dengan jarak kehamilan yang cukup, orang tua dapat lebih fokus merawat dan menumbuhkan anak dengan baik, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Meski demikian, Wagub Jihan mengakui masih terdapat tantangan, antara lain rendahnya capaian penggunaan metode kontrasepsi modern, tingginya angka unmet need, serta belum optimalnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Baca Juga  Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025, Provinsi Lampung Raih Predikat Kualitas Tertinggi

Padahal, lanjutnya, perencanaan keluarga yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam percepatan penurunan stunting.

Provinsi Lampung, kata Wagub Jihan, siap berkolaborasi dan berkomitmen mendukung program-program pemerintah pusat, khususnya dalam pengentasan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.