Di bawah kepemimpinan bersama-sama membangun komunitas senasib umat manusia, kedua belah pihak akan terus memperdalam struktur baru hubungan bilateral “penggerak empat roda” dalam kerja sama politik, ekonomi, budaya dan maritim, serta menciptakan model yang saling menguntungkan, model pembangunan bersama, dan model perintis kerjasama Selatan-Selatan bagi negara-negara berkembang utama.
Kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan pers bersama pada pertemuan antara kedua kepala negara, menyatakan bahwa mereka akan mempercepat perumusan rencana aksi lima tahun baru untuk pengembangan hubungan bilateral, memperdalam kerjasama berkualitas tinggi dalam pembangunan bersama “Satu Sabuk Satu Jalur” dengan “Poros Maritim Dunia”, serta menyelesaikan proyek unggulan utama pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal, selain itu, membuat proyek-proyek unggulan baru seperti “Koridor Ekonomi Komprehensif Regional” dan “Dua Negara Taman Ganda”, memperluas kerjasama dalam pembiayaan pembangunan, memperkuat kerjasama di bidang pertanian, pengurangan kemiskinan, ketahanan pangan dan bidang lainnya, menumbuhkan titik pertumbuhan baru seperti pembangunan hijau dan ekonomi digital, serta mempercepat proses pemulihan, termasuk mahasiswa Indonesia yang belajar ke Tiongkok, penambahan penerbangan langsung, mempererat kerjasama di bidang pendidikan, pariwisata, pemuda, lokal dan bidang lainnya, dan memperkuat komunikasi dengan departemen terkait di bidang kemaritiman.
Tiongkok akan mendukung penuh dan bekerja sama dengan Indonesia yang menjadi tuan rumah KTT G20 Bali, dan mendukung penuh Indonesia sebagai presiden bergilir ASEAN pada 2023. Kedua belah pihak juga memperbarui nota kesepahaman tentang kerjasama antara inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalur” dengan “Poros Maritim Dunia”, serta menandatangani dokumen kerjasama dalam bidang penelitian bersama tentang vaksin dan gen, pembangunan hijau, pertukaran informasi dan penegakan hukum, peningkatan kapasitas keamanan siber, kemaritiman, ekspor nanas Indonesia ke Tiongkok.





