Kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Indonesia telah mempertahankan momentum pembangunan yang kuat sejak didirikan pada tahun 2013. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, di bawah bimbingan strategis kedua kepala negara, hubungan Tiongkok-Indonesia telah berkembang pesat dan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Pada tahun 2021, volume perdagangan bilateral melebihi 120 miliar dolar AS, meningkat sebesar 58,6% dari tahun ke tahun, dan menduduki peringkat pertama di antara negara-negara ASEAN.
Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama sembilan tahun berturut-turut. Pembangunan bersama inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalur” Tiongkok dan “Koridor Ekonomi Komprehensif Regional” Indonesia terintegrasi secara mendalam. Kerja sama dalam proyek-proyek strategis seperti “Kereta Cepat Jakarta-Bandung” dan “Dua Negara Taman Ganda” berjalan dengan lancar, proyek kerjasama maritim juga dilaksanakan lebih lanjut. Dalam menghadapi perubahan abad dan pandemi, kedua negara telah membangun struktur baru kerja sama hubungan bilateral “penggerak empat roda” dalam bidang politik, ekonomi, budaya dan maritim. Saat ini, Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20 akan segera diadakan.
Rakyat Tiongkok sedang bergerak menuju tujuan seratus tahun kedua dalam membangun negara sosialis modern yang besar secara menyeluruh, dan rakyat Indonesia juga bekerja keras untuk mewujudkan tujuan seratus tahun berdirinya negara di tahun 2045. Tiongkok bersedia bersama dengan Indonesia untuk memajukan kerja sama pemulihan ekonomi, memperdalam kemitraan strategis yang komprehensif antara kedua negara, dan menyuntikkan lebih banyak kepastian dan energi positif bagi kawasan dan dunia.
Pulau Sumatera menjaga jalur strategis Selat Malaka, yang merupakan satu-satunya jalan yang dilalui Jalur Sutra Maritim kuno dan merupakan bagian penting dari pembangunan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. Wilayah kekonsuleran Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan meliputi 10 provinsi di Sumatera, merupakan salah satu wilayah yang paling bersemangat dan memiliki potensi pembangunan di Indonesia, dan juga merupakan salah satu wilayah penting dimana proyek-proyek unggulan seperti “Koridor Ekonomi Komprehensif Regional” dan ” Dua Negara Taman Ganda” berada. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah kekonsuleran kami terus memperdalam pertukaran dengan Tiongkok, dan pencapaian baru telah dibuat dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan, pertukaran humaniora, serta kerja sama pencegahan pandemi.
Semakin banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi dan memulai bisnis di berbagai bagian Sumatera, termasuk membangun pembangkit listrik, tambang, jalan tol dan infrastruktur lainnya, yang menyuntikkan dorongan baru ke dalam pembangunan ekonomi dan sosial lokal serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Setelah saya tiba di Medan pada tanggal 30 Maret tahun ini, saya telah secara aktif bekerja untuk mendorong pertukaran persahabatan dan kerjasama pragmatis antara wilayah kekonsuleran dengan Tiongkok di berbagai bidang ke tingkat yang baru. Sampai saat ini, saya telah bertemu dengan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Walikota Medan dan pejabat penting lainnya di wilayah kekonsuleran untuk membahas cara memperdalam pertukaran dan kerja sama; selain itu, saya juga mendorong perayaan 20 tahun pembentukan hubungan persahabatan dan memperdalam pertukaran serta kerja sama ke tahap berikutnya antara Sumut-Guangdong, Medan-Chengdu, Palembang-Zhangzhou.





