“Bersama Bupati, Kementerian Kelautan dan Perikanan kita jaga bersama karena di sini memiliki potensi ikan termasuk lobster dan lainnya,” ujarnya.
Melalui kesempatan itu, Ia berharap WSL Krui Pro Tahun 2023 akan memberikan peluang ekonomi bagi warga setempat, serta mempromosikan keindahan dan kekayaan alam serta seni budaya Lampung kepada dunia sehingga terwujudnya Pariwisata Lampung Berjaya.
“Mari bersama selain menumbuhkan ekonomi dan pariwisata, namun juga keamanan dan kenyamanan itu semua bergerak bersama,” ajaknya.
Ajang yang paling ditunggu-tunggu para pesenlancar terbaik dunia ini kembali diselanggarakan selama sepekan mulai tanggal 12-18 Juni 2023.
Sementara itu, Staf Ahli Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fajar Hutomo mengatakan dengan diikuti oleh hampir 300 peserta dari 14 negara, WSL Krui Pro QS 5000 Tahun 2023 diharapkan menjadi pengungkit pariwisata dan geliat ekonomi kreatif di Indonesia khususnya di Pesisir Barat Lampung.
“Suksesnya event ini akan menjadi berita baik yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung kembali ke Pesisir Barat meramaikan dan menikmati segala potensi pariwisatanya,” ujar Fajar.
Menurutnya, multiplier effect ekonomi yang dihasilkan dari event ini juga akan cukup besar dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Pesisir Barat.
“Kami berharap event-event seperti ini dapat menebar harapan dan semangat yang dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung,” tuturnya.
Fajar mengaku baru pertama kali berkunjung ke Pesisir Barat dan dalam sepanjang perjalanan, melihat potensi yang luar biasa dari Provinsi Lampung.











