“Sastra dan seni adalah bagian dari kekayaan bangsa yang harus kita jaga dan tumbuhkembangkan. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda Lampung untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan mencintai budaya,” tandasnya.
Direktur Lamban Sastra Fitri Anggraini, mengungkapkan bahwa lomba ini berawal dari antusiasme peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
“Dari sanalah kami melihat minat literasi, khususnya di bidang puisi, begitu besar di kalangan pelajar dan mahasiswa Lampung. Maka, kami ingin menyediakan ruang yang lebih luas agar karya sastra tidak hanya dinikmati, tetapi juga diperdalam maknanya melalui format puisi esai,” terang Fitri.
Lomba yang diselenggarakan pada tanggal 13-14 Agustus 2025 ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung, Lamban Sastra, Denny JA Foundation, KPML, KNPI, TP. PKK Provinsi Lampung, RK 46, serta Gerakan Literasi Lampung.
Fitri berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan, pembelajaran, dan penguatan jejaring literasi di Provinsi Lampung. (Rls/SA)











