Bandar LampungLampungPemerintahan

Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen pada Triwulan I 2026

41
×

Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen pada Triwulan I 2026

Sebarkan artikel ini
Jumlah kendaraan baru di Lampung meningkat dari 32.858 unit menjadi 39.817 unit pada triwulan I tahun 2026 || Foto: Istimewa
Jumlah kendaraan baru di Lampung meningkat dari 32.858 unit menjadi 39.817 unit pada triwulan I tahun 2026 || Foto: Istimewa

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi sinyal kuat penguatan konsumsi masyarakat di Lampung di triwulan 1 tahun 2026.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Lampung terus membaik. Pembelian kendaraan bermotor sebagai barang tahan lama mencerminkan meningkatnya kemampuan finansial masyarakat, kemudahan akses pembiayaan, serta kepercayaan terhadap kondisi ekonomi daerah,” ucap Saipul.

Baca Juga  Walikota Eva Dwiana Hadiri Peresmian Kemandirian Pelatihan WBP di Lapas Way Hui

Ia juga menambahkan bahwa transaksi kendaraan bermotor memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah.

“Perputaran uang yang mencapai sekitar Rp 2,5 triliun turut menggerakkan berbagai sektor, seperti pembiayaan, asuransi, dealer kendaraan, bengkel, hingga perdagangan suku cadang. Selain itu, hal ini juga berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama,” imbuhnya.

Baca Juga  Sinergi Pemkot dan DPRD Bandar Lampung Benahi Tata Kelola TPI: Targetkan PAD Stabil, Pastikan Nelayan Tak Terbebani

Dengan demikian, peningkatan pembelian kendaraan baru pada triwulan I 2026 tidak hanya mencerminkan naiknya kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung.

Baca Juga  Pelaku Penganiayaan ABK di Bandar Lampung Dituntut 8 Bulan Penjara

Momentum ini diharapkan terus terjaga melalui peningkatan kualitas layanan publik, kemudahan administrasi, penguatan infrastruktur, serta kebijakan ekonomi yang adaptif guna menjaga optimisme dan daya beli masyarakat. (Rls/SA)