LampungLampung BaratPemerintahan

Gubernur Lampung Beri Bantuan Sembako dan Buffer Stock untuk Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Liar

×

Gubernur Lampung Beri Bantuan Sembako dan Buffer Stock untuk Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Liar

Sebarkan artikel ini
Kadisos Provinsi Lampung Drs. Aswarodi, dan Kadishut Provinsi Lampung Ir Yanyan Ruchyansyah saat menyerahkan bantuan kepada Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Liar, dan warga korban konflik Harimau dengan manusia, yang terjadi di Kabupaten Lampung Barat || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Kadisos Provinsi Lampung Drs. Aswarodi, dan Kadishut Provinsi Lampung Ir Yanyan Ruchyansyah saat menyerahkan bantuan kepada Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Liar, dan warga korban konflik Harimau dengan manusia, yang terjadi di Kabupaten Lampung Barat || Foto: Adpim Pemprov Lampung

“Kami ditugaskan oleh Pak Gubernur untuk menyalurkan bantuan logistik dan buffer stock untuk mendukung operasional satgas penanggulangan konflik satwa liar dengan masyarakat,” bebernya.

“Selain bantuan sembako untuk tiga warga yang menjadi korban, diupayakan juga bantuan lainnya berupa santunan uang tunai bagi yang meninggal dunia, dan dana pendampingan orang sakit bagi yang tengah dirawat,” sambung Kadis Sosial.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Yanyan Ruchyansyah M.Si, menuturkan, tujuan kedatangan selain memberikan bantuan, juga untuk meninjau aktivitas yang dilakukan oleh satgas penanggulangan konflik satwa liar.

“Jadi kami berupaya memberikan perhatian yang lebih, dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, agar bisa memberikan perhatian terhadap para korban maupun satgas,” ujarnya.

Karena satgas selama ini menginap di kantor resort, dan kemarin dibakar, sehingga membutuhkan tempat lain untuk melaksanakan operasional. Hingga saat ini Satgas masih terus berupaya, bersama-sama dengan tim dari Taman Safari Indonesia.

“Mudah-mudahan upaya yang dilakukan saat ini bisa lebih optimal, untuk menyelamatkan manusia, masyarakat yang ada di Bandar Negeri Suoh, dan Suoh, tetapi juga bisa menyelamatkan satwanya dan mengevakuasi ke tempat yang lebih aman,” pungkas Kadishut Lampung. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *