Mengakhiri sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan tiga hal: Kolaborasi adalah kunci ketahanan bangsa, Pramuka memiliki peran nyata dalam pembentukan karakter, dan Pramuka adalah pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Kwarda Lampung Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah titik awal untuk menghadirkan Gerakan Pramuka Lampung yang lebih progresif, inklusif, dan relevan dengan dinamika zaman.
”Di tengah tantangan generasi muda yang semakin beragam, mulai dari perkembangan teknologi hingga isu moral dan intoleransi, Pramuka harus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial, sekaligus pilar pendidikan non-formal yang kokoh,” ucap Kakwarda Jihan Nurlela.
Kwarda Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam penguatan karakter generasi muda dan telah menetapkan empat agenda prioritas, di antaranya Penguatan pembinaan karakter, Pemberdayaan Pramuka sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan penanganan kebencanaan, serta Perluasan kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, Kwarda Lampung berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Karang Pamitran Nasional pada tahun 2028.
Dalam amanat Ketua Kwarnas yang disampaikan oleh Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn) Bachtiar, Kwarnas meminta jajaran pengurus baru untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan karakter bangsa dan mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden.
”Gerakan Pramuka Lampung akan difokuskan dan dititikberatkan untuk membantu mensukseskan swasembada pangan, energi, dan air. Pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi teladan dalam setiap ucapan, sikap, dan tindakan, serta senantiasa mengamalkan Trisatya dan Darma Pramuka,” tegas Sekjen Kwarnas.
Kwarnas menekankan bahwa amanah ini adalah kepercayaan dan tanggung jawab moral untuk menuntun generasi muda menuju Indonesia Emas tahun 2045, dan menyerukan pentingnya sinergi yang kuat antara Mabida, Kwarda, Mabicab, dan Kwarcab, serta mendorong inovasi yang adaptif melalui pemanfaatan teknologi. (Rls/SA)











