Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem pangan dari hulu hingga hilir di wilayah desa. Petani padi harus dapat memperoleh beras dengan harga yang baik, petani jagung memperoleh pakan dengan harga terjangkau, dan peternak dapat memperoleh pakan yang murah sehingga harga protein hewani juga lebih terjangkau masyarakat.
“Ketika itu dijalankan, itulah namanya bagi saya itu adalah ketahanan pangan,” katanya.
Untuk menjalankan kebijakan tersebut, Pemprov Lampung mengedepankan kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, kejaksaan, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Gubernur menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut antara lain terlihat dalam pengawalan produksi dan harga komoditas pangan. Polri membantu penguatan sektor jagung, TNI mendukung sektor padi dan hilirisasi, sementara berbagai UMKM juga dilibatkan dalam pengembangan pengolahan hasil pertanian.
“Ini kolaborasi saya dengan Forkopimda semuanya. Di sini kami sepakat dalam Forkopimda kita majukan pangan, konsepnya seperti ini, kita jalan sama-sama,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Rombongan Sespimti Polri Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan PKDN memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengintegrasikan teori dan konsep yang diperoleh selama pendidikan dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memahami karakteristik wilayah dan merumuskan solusi berdasarkan fakta serta data.
Ia menyebut tema PKDN tahun ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional, khususnya terkait kedaulatan pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi yang produktif serta inklusif.
“Seorang pemimpin tingkat tinggi dituntut tidak hanya mampu mengelola organisasi internal, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca perubahan dengan strategis, membangun kolaborasi lintas sektoral, serta mengambil keputusan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.(Rls/SA)











