Bandar LampungLampungPemerintahan

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan

×

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi tersebut telah dilaksanakan selama dua hari, termasuk Selasa (8/9/2026) dan kembali dilakukan Rabu (9/9/2026).

Aswarodi menerangkan, operasi tersebut bukan semata-mata untuk menurunkan hujan, tetapi sebagai salah satu upaya membantu mengurangi konsentrasi partikel abu vulkanik di udara. Pelaksanaan penerbangan disesuaikan dengan hasil pemantauan sebaran abu dan aspek keselamatan penerbangan.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga memperkuat kesiapsiagaan di seluruh kabupaten/kota melalui pemantauan kesehatan masyarakat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, serta surveilans terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Kesiapan tersebut mencakup penanganan ISPA, influenza, pneumonia, iritasi mata, penyakit kulit, asma, dan gangguan paru. Ketersediaan obat serta bahan medis habis pakai di tingkat provinsi juga terus dipantau dan hingga saat ini dalam kondisi memadai.

BPBD Provinsi Lampung telah mendistribusikan 20.000 masker ke sejumlah kabupaten/kota, antara lain Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Utara, Pringsewu, Bandar Lampung, dan Pesisir Barat.

Selain itu, Pemprov Lampung telah mengajukan dukungan kepada BNPB berupa 500.000 masker, 500.000 hand sanitizer, 1.000 paket peralatan kebersihan, 300 unit peralatan pemadam kebakaran, 200 unit oksigen, dan 10 unit tenda pengungsian.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan jangka panjang, Pemprov Lampung juga mengoordinasikan BPBD kabupaten/kota untuk memperkuat enam aspek utama mitigasi, yakni kesiapan jalur, rambu evakuasi, dan tempat pengungsian; pemetaan wilayah berdasarkan tingkat risiko; penguatan sistem peringatan dini; edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat; simulasi dan latihan evakuasi secara berkala; serta penataan permukiman, termasuk opsi relokasi apabila diperlukan.

Aswarodi menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dan bukan berarti masyarakat harus panik atau melakukan evakuasi saat ini.

“Kami menyiapkan skenario dan memastikan pemerintah daerah siap apabila sewaktu-waktu terdapat perubahan rekomendasi dari PVMBG. Prinsipnya, masyarakat tetap tenang, tetapi pemerintah harus selalu siap,” tegasnya.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengguna laut untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif serta mengikuti seluruh arahan petugas.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata apabila harus beraktivitas di luar ruangan ketika terjadi paparan abu vulkanik. Apabila mengalami gangguan kesehatan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemprov Lampung mengajak masyarakat tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk kepentingan dokumentasi maupun aktivitas lainnya.

Informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau diharapkan diperoleh melalui kanal resmi pemerintah, BPBD, BMKG, PVMBG, dan instansi terkait.

Dengan penguatan pemantauan, layanan kesehatan, ketersediaan logistik, koordinasi lintas sektor, dan sistem mitigasi, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan upaya perlindungan masyarakat terus berjalan secara terukur.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah. (Rls/SA)