oleh

Gunung Kunyit Sukaraja Longsor

5W1H, Bandar Lampung –  Peristiwa bukit yang diduga mengalami longsor di wilayah Kota Bandar Lampung kembali terjadi, Selasa (3/12/2019).

Informasi bukit longsor di wilayah Gunung Kunyit, Bumi Waras tersebut diketahui berawal dari beredarnya rekaman video amatir yang tersebar di pesan WhatsApp (WA).

Pada rekaman video berdurasi selama 9 detik tersebut menunjukan kepulan asap putih dari reruntuhan longsor yang terjadi.

Baca Juga  Keberatan Keputusan Bawaslu Lampung, Kuasa Hukum Eva-Deddy Siap Tempuh Jalur Hukum

Berdasarkan pantauan, suasana lokasi Gunung Kunyit saat dikunjungi masih tampak rutinitas banyaknya pekerja yang sedang melakukan penggalian batu.

“Ya itu hanya aktivitas masyarakat saja,” terang Wiwin, salah seorang pekerja tambang batu di Gunung Kunyit, Selasa (3/12/2019).

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang dibuat seperti itu dengan istilah pengerjaannya “digerong”.

“Jadi digerong dulu baru bisa jatuh. Memang manual dan sudah puluhan tahun seperti itu pengerjaannya. Setelah digerong butuh waktu empat bulanan untuk digerong lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Tangani Covid-19, Pemkot Bagikan 50 Thermo Scanner Guna Cek Suhu Badan Masyarakat

Menurutnya, masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tersebut memang sebagian mencari nafkah di sini.

“Hampir 80% warga bekerja di sini loh. Digerong itu tidak bisa sembarang. Karena ketika kira-kira longsor kami sudah tahu lihat dari gerakannya,” jelasnya.

Lanjutnya menerangkan sekali dilakukan “gerong” biasanya untuk memuat sebanyak hingga 30 an mobil pengangkut batu.

Baca Juga  OJK Terus Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

“Kalau untuk keamanan sudah ngerti lah. Karena sudah puluhan tahun jadi kerjaan kami,” tuturnya.

Penghasilan sebagai pekerja tambang batu, sambungnya, tentunya tidak tentu karena tergantung dari pemesanan.

“Kalau hitungannya sekitar Rp80-90 ribu perorangnya untuk yang tukang muat. Kalau tukang gali sampai Rp100-Rp200 ribuan,” pungkasnya. (SA)

(Visited 39 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed