Lebih lanjut, Wakil Gubernur menekankan bahwa sektor kesehatan memegang peranan penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang bukan hanya modern dan efisien, tetapi juga tulus dan penuh empati.
“Skill bisa tergantikan oleh teknologi, tetapi ketulusan dalam melayani tidak bisa digantikan oleh apa pun. Pelayanan dengan hati bisa memberikan sugesti positif yang mempercepat kesembuhan pasien,” tegasnya.
Wakil Gubernur juga menegaskan kembali pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kesehatan adalah pondasi masyarakat yang maju dan produktif. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan berkualitas harus dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Jihan, RSUD Abdul Moeloek adalah harapan terakhir masyarakat Lampung ketika fasilitas kesehatan lain belum mampu memberikan hasil maksimal. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit.
Sementara itu, Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, menyampaikan bahwa meskipun RSUDAM baru berstatus sebagai rumah sakit umum daerah selama 41 tahun, rumah sakit ini sebenarnya telah berdiri dan melayani masyarakat selama 111 tahun.
Dalam rangkaian peringatan HUT RSUDAM dan HUT RI ke-80, pihak rumah sakit juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, seperti khitanan massal modern, donor darah, pemberian tali asih kepada pasien rawat inap, serta lomba-lomba olahraga dan seni, termasuk senam zumba dan lomba yel-yel antar unit.
“Kami ingin menjadikan RSUDAM tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tapi juga sebagai penggerak edukasi kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Rls/SA)











