Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza mengajak Muslimat NU untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam berbagai program pembangunan, seperti di sektor pendidikan, kesehatan, serta berkolaborasi dalam pembangunan Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, yang diwakili oleh Sekretaris PWNU Lampung, Hidir Ibrahim, menyampaikan ucapan selamat Harlah ke-79 dari ketua PWNU kepada seluruh anggota Muslimat NU Lampung.
Khidir menekankan bahwa usia ke-79 bagi sebuah organisasi menunjukkan kemampuannya dalam memberikan kemanfaatan kepada masyarakat dan umat. Ia juga mengapresiasi Muslimat NU dalam merawat tradisi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.
Ketua PW Muslimat NU Lampung Fita Nahdia menyampaikan bahwa Harlah ke-79 ini menjadi momentum untuk memperbaharui pemikiran dan program kerja organisasi.
Ia menjelaskan bahwa Muslimat NU Lampung didirikan pada 29 Maret 1946 dan hingga tahun 2024 memiliki sekitar 300.000 anggota yang tersebar di 15 pengurus cabang, 2.373 pengurus ranting, serta ribuan majelis taklim, PAUD/TK/RA, koperasi, dan UMKM.
Tema Harlah kali ini adalah “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban”. Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen Muslimat NU dalam mendukung visi misi NU untuk membangun umat yang berakhlakul mulia, cerdas, dan mandiri, serta memperkuat perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Muslimat NU Lampung juga berkomitmen untuk terus mengangkat derajat perempuan dan berkontribusi dalam ketahanan bangsa dan negara melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan agama. Dalam acara tersebut, juga dilakukan pemberian santunan dan pemberian penghargaan kepada 15 pengurus cabang.
Acara Peringatan Harlah ke-79 Muslimat NU Provinsi Lampung ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan organisasi keagamaan, serta para pengurus dan anggota Muslimat NU dari berbagai wilayah di Lampung. (Rls/SA)











