4. Ungkapan Rasa Senang Terhadap Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi termasuk sebuah ungkapan rasa senang dan gembira yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini tergambar dalam kisah Tsuwaibah, yakni budak perempuan Abu Lahab yang tengah menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran Sang Cahaya Alam Semesta.
Abu Lahab juga merayakannya sebagai tanda suka cita sehingga di alam baqa, ia akan diringnkan siksanya setiap hari Senin tiba. Kisah tersebut menjadi bentuk rahmat Allah SWT kepada siapapun yang bergembira atas lahirnya Nabi Muhammad SAW.
5. Meneladani Perilaku dan Perbuatan Rasulullah SAW
Hikmah lainnya dari memperingati hari kelahiran Nabi adalah dapat meneladani perilaku serta perbuatan mulia dan Rasulullah SWT. Dalam hal ini, Allah SWT pernah berfirman, “Laqad kaana lakum fii rasulillaahi uswatun hasanatul limang kaana yarjullaaha wal-yaumal-aakhira wa zakarallaaha kasiiraa”.
Artinya adalah “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al Ahzah: 21)
Beberapa hikmah Maulid Nabi bisa menjadi salah satu faktor yang membuat ketakwaan umat Muslim kepada Allah SWT dan Rasul-Nya semakin meningkat. Tak hanya mendapatkan pahala, melaksanakan Maulid Nabi juga dapat memberi banyak keberkahan. InsyaAllah.








