Dalam konteks pemilu, kemudahan dan keterbukaan informasi merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur, damai dan demokratis.
“Disinilah televisi swasta nasional berperan signifikan untuk menyiarkan berbagai informasi terkait pemilu. Sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi menyukseskan pemilu, menjaga iklim yang kondusif, menghargai perbedaan pilihan dan pandangan politik, serta tidak menyebarkan informasi yang bersifat hoaks, fitnah, kampanye hitam, dan adu domba termasuk di media sosial,” ujar Wapres.
Sementara itu, Direktur Utama Kompas TV Rikard Bagun menyampaikan bahwa KompasTV terus terpanggil untuk ikut berkontiribusi dalam upaya memperkuat apa yang disebut kesadaran berbangsa.
“Kesadaran berbangsa sangat esensial dalam menumbuhkan rasa cinta dan kepada tanah air, bangsa dan Negara,” ujarnya.
Rikard Bagun menuturkan bahwa KompasTV ingin menggunakan momentum peringatan usia 12 tahun untuk ikut mendorong pelaksanaan pemilu damai 2024.
“Sebagai bangsa kita ditantang untuk melaksanakan pemilu serempak pertama dalam tahun 2024 secara damai. Tantangan pasti datang menghadang, tapi diubah menjadi peluang jika kita sungguh-sungguh bersatu. Tetap optimistik dan pantang menyerah,” ujarnya.
“Semangat kebersamaan dan persaudaraan perlu kita jaga demi keutuhan bangsa, tidak mudah diadu domba oleh hasutan media sosial,” tambahnya.
Di tengah-tengah komunitas media yang sama-sama mencari kebenaran, jelas Rikard, KompasTV memilih bersandar pada komitmen independen terpercaya. (Rls/SA)











