5W1HIndonesia.id, Jakarta – Kerja sama ekonomi antara negara perlu didukung dengan fasilitasi perdagangan melalui eliminasi hambatan teknis perdagangan (Technical Barrier to Trade/TBT) dalam bidang standardisasi, penilaian kesesuaian dan metrologi.
Dalam rangka mendukung peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Institute for Quality of Timor Leste (IQTL) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) secara terpisah pada Selasa (19/7/2022).
MoU ditandatangani oleh Kepala BSN, Kukuh S. Achmad di kantor BSN, Jakarta, serta oleh Menteri Pariwisata, Perdagangan dan Industri Timor Leste, Jose Lucas De Carmo Da Silva yang dilakukan di tengah kunjungan Presiden Timor Leste, Ramos Horta di Istana Bogor, Jawa Barat.
Data neraca perdagangan Indonesia dan Timor Leste pada tiga tahun terakhir (2019-2021) menunjukkan angka surplus, yakni surplus ekspor senilai (dalam ribuan) USD 204,143.0 (2019), USD 218,875.7 (2020), dan USD 246,279.4 (2021).
“Kami melihat IQTL memiliki potensi sangat besar sebagai mitra kerja sama BSN dalam bidang pengembangan standar dan penilaian kesesuaian,” ungkap Kukuh.











