Bandar LampungEKBISLampung

Inisiasi Desa Siaga Bencana 2026 di Panjang Selatan, PLN UID Lampung dan BPBD Kota Bandar Lampung Gelar Sosialisasi

49
×

Inisiasi Desa Siaga Bencana 2026 di Panjang Selatan, PLN UID Lampung dan BPBD Kota Bandar Lampung Gelar Sosialisasi

Sebarkan artikel ini
Penyerahan bantuan peralatan tanggap darurat oleh Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra kepada Kelurahan Panjang Selatan dalam rangka Program Desa Siaga Bencana 2026 || Foto: PLN UID Lampung
Penyerahan bantuan peralatan tanggap darurat oleh Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra kepada Kelurahan Panjang Selatan dalam rangka Program Desa Siaga Bencana 2026 || Foto: PLN UID Lampung

Sementara itu, Lurah Panjang Selatan, Hermawan, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN dalam kegiatan tersebut.

“Atas nama Kelurahan Panjang Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada PT. PLN UID Lampung  atas bantuan yang kami terima dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bencana ini,” ungkapnya.

“Banyak ilmu yang diterima oleh masyarakat dan para pamong kelurahan, sehingga kami lebih siap mengantisipasi jika terjadi bencana serupa di Panjang Selatan,” sambungnya.

Baca Juga  Iringi Kepergian Mantan Ksad Jend. TNI Pramono, Korem 043/Gatam Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pihaknya juga berterima kasih atas penyediaan alat-alat pencegahan bencana. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk keselamatan masyarakat kami. “Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas sosialisasi dan bantuan yang telah diberikan,” ujar Hermawan.

Program TJSL ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), Khususnya poin 11.5 tentang kota dan pemukiman yang berkelanjutan dimana mengurangi secara signifikan jumlah korban jiwa, masyarakat terdampak, serta kerugian ekonomi akibat bencana, termasuk bencana terkait air, hingga tahun 2030.

Baca Juga  Bantu Korban Banjir di Lampung Selatan, YBM PLN Serahkan Puluhan Paket Sembako

Fokus utamanya adalah melindungi masyarakat miskin dan kelompok rentan dari risiko kejadian ekstrem akibat perubahan iklim, guncangan sosial, maupun bencana lingkungan.

Baca Juga  Lewat ACT Bandar Lampung, OJK dan FK-IJK Provinsi Lampung Salurkan Bansos Sembako Ramadhan untuk Yatim dan Prasejahtera

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi, prosedur evakuasi, serta pemanfaatan peralatan keselamatan yang telah diserahkan.

Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana. (Rls/SA)