Bandar LampungLampungPeristiwa

Kandang Ternak Warga Bandar Lampung Terbakar, 15 Kambing dan 2 Ayam Hangus Terpanggang

30
×

Kandang Ternak Warga Bandar Lampung Terbakar, 15 Kambing dan 2 Ayam Hangus Terpanggang

Sebarkan artikel ini
Petugas damkar BPBD Kota Bandar Lampung tampak berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap kandang ternak warga Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung || Foto: Istimewa
Petugas damkar BPBD Kota Bandar Lampung tampak berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap kandang ternak warga Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung –  Kandang ternak milik warga Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung ludes terbakar pada Kamis (25/9/2025) dini hari.

Akibatnya, sebanyak 15 ekor kambing dan 2 ekor ayam babon beserta anaknya milik Kyai H. Saifullah tersebut ikut hangus terpanggang si jago merah.

Baca Juga  Bandar Lampung Juara Umum MTQ Lampung ke-50, ini Harapan Walikota Eva Dwiana

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 3.50 WIB.

Menurut keterangan Kyai H. Saifullah, Selaku pemilik kandang tersebut, kebakaran disebabkan karena dirinya lupa mematikan api untuk mengusir nyamuk.

“Kebetulan saya menyalakan api untuk mengusir nyamuk, tapi lupa untuk mematikannya,” ujarnya.

Baca Juga  APEKSI Outlook 2025: 56 Wali Kota Se-Indonesia Mulai Padati Bandar Lampung

“Dikarenakan intensitas angin kencang, api sangat cepat merambat dan menyebar sehingga membakar seluruh kandang tersebut,” sambungnya.

Warga Jl. Harimau 5, RT 005, LK I tersebut pun menegaskan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut akan ditangani oleh pihak yang berwenang.

Pada peristiwa tersebut, sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dengan beranggotakan 20 personel langsung turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

Baca Juga  Sempat Terhenti, Pemasangan Tiang Pancang Jembatan Pulau Pasaran Kembali Dilanjutkan

Api pun berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar pukul 5.20 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 60 juta. (SA)