Bandar LampungLampung

Kejar Target PAD, Pemkot Bandar Lampung Bakal Pasang 1.000 Tapping Box di Tempat Usaha

31
×

Kejar Target PAD, Pemkot Bandar Lampung Bakal Pasang 1.000 Tapping Box di Tempat Usaha

Sebarkan artikel ini
Yusnadi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung || Foto: 5W1HINDONESIA.ID
Yusnadi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung || Foto: 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung tancap gas memperketat pengawasan pajak daerah pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan dengan menambah pemasangan perangkat tapping box secara masif di berbagai sektor usaha untuk menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan penambahan sekitar 300 unit perangkat baru tahun ini.

Baca Juga  Gelar Rakor GTRA, Herman HN Inginkan Penataan Pemilikan Tanah Tertib di Bandarlampung

“Saat ini, sekitar 600 unit perangkat telah terpasang. Dengan tambahan 300 unit lagi, jumlah keseluruhannya akan mendekati 1.000 unit yang tersebar di wilayah Bandar Lampung,” ujar Yusnadi, Senin (6/4/2026).

Digitalisasi Pengawasan dan Transparansi

Tapping box merupakan perangkat digital yang dipasang pada sistem transaksi usaha. Alat ini berfungsi sebagai pembanding otomatis terhadap laporan omzet daring yang disampaikan oleh wajib pajak.

Menurut Yusnadi, sistem ini menjadi instrumen penting untuk memastikan data transaksi yang dilaporkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan pengawasan berbasis digital, ruang untuk manipulasi data atau kebocoran pajak dapat diminimalisir secara signifikan.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Industri Lampung, PLN Resmikan Tambah Daya PT Great Giant Food

Dalam pengadaannya, Bapenda terus bersinergi dengan Bank Lampung sebagai mitra penyedia infrastruktur sistem tersebut.

Gandeng Kejaksaan, Tetap Kedepankan Sisi Humanis

Selain penguatan teknologi, Bapenda juga melanjutkan kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri yang telah dirintis sejak tahun lalu. Kemitraan ini difokuskan pada upaya penagihan terhadap wajib pajak yang memiliki tunggakan membandel.

Meski melibatkan aparat penegak hukum, Yusnadi menegaskan bahwa pendekatan di lapangan tetap mengutamakan cara-cara persuasif.

Baca Juga  SMSI Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik

“Kami sampaikan kepada para wajib pajak bahwa pajak yang dipungut itu berasal dari masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Melalui kombinasi pengawasan digital dan edukasi yang humanis, Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis tingkat kepatuhan wajib pajak akan meningkat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan PAD secara berkelanjutan untuk mendanai berbagai program pembangunan kota ke depan.