Bandar LampungLampungPemerintahan

Kembali Berstatus Internasional, Pemprov Lampung dan Stakeholder Sinergikan Kesiapan Bandara Radin Inten II

×

Kembali Berstatus Internasional, Pemprov Lampung dan Stakeholder Sinergikan Kesiapan Bandara Radin Inten II

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Pembahasan Operasional Bandar Udara Internasional Radin Inten II, di Ruang Rapat Sakai Sambayan || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Pembahasan Operasional Bandar Udara Internasional Radin Inten II, di Ruang Rapat Sakai Sambayan || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

​”Alhamdulillah, hampir seluruh persyaratan yang menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Lampung telah dipenuhi. Saat ini hanya tersisa satu persyaratan yang masih dalam proses penyelesaian. Karena tidak ada kendala berarti, kita harus bersama-sama menyukseskan Bandara Radin Inten II agar kembali aktif sebagai bandara internasional,” tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, melaporkan bahwa kesiapan operasional di lapangan berjalan sesuai rencana.

Ia menyoroti potensi besar layanan penerbangan haji dan umrah langsung dari Lampung yang telah menarik minat operator penerbangan.

​”Hampir semua persyaratan sudah terpenuhi. Beberapa maskapai juga telah menyampaikan komitmennya untuk membuka penerbangan internasional dari Lampung,” terang Bambang.

​Dari sisi teknis kebandarudaraan, General Manager Angkasa Pura Bandara Radin Inten II, Granito Wahyuh, memaparkan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari sterilisasi area internasional, pengaturan alur keberangkatan, hingga mekanisme kedatangan penumpang internasional.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Tenaga Ahli Gubernur Lampung, Satimin, yang menyebutkan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor krusial mengingat adanya rencana pembukaan rute Lampung-Jeddah.

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung, Nur Raisha Pujiastuti. Ia menekankan pentingnya fungsi keimigrasian dalam menjaga keberlangsungan status bandara internasional.

​”Fungsi keimigrasian harus dipersiapkan dengan baik. Pembentukan dan pengoperasian Bandara Internasional Radin Inten II ini harus dijaga bersama agar tidak sampai kembali ditutup,” tegas Nur Raisha. (Rls/SA)