close
LampungPemerintahanPesawaran

Ketua TP PKK Buka Baksos Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting dalam Rangka HUT Lampung ke-59 di Pesawaran

×

Ketua TP PKK Buka Baksos Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting dalam Rangka HUT Lampung ke-59 di Pesawaran

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal membuka bakti sosial kolaborasi percepatan penurunan stunting dalam rangka peringatan HUT Provinsi Lampung ke-59, di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran || Foto: Adpim Provinsi Lampung
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal membuka bakti sosial kolaborasi percepatan penurunan stunting dalam rangka peringatan HUT Provinsi Lampung ke-59, di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran || Foto: Adpim Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Pesawaran – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal membuka bakti sosial kolaborasi percepatan penurunan stunting dalam rangka peringatan HUT Provinsi Lampung ke-59, di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Selasa (11/4/2023).

Melalui kegiatan ini Ibu Riana berharap menjadi penguatan dan penyemangat dalam menurunkan angka prevalensi stunting.

Ibu Riana mengucapkan selamat atas pelaksanaan bakti sosial (baksos) ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi bukti bahwa menurunkan stunting merupakan tanggung jawab kita semua, tidak cukup hanya pada sektor kesehatan, namun perlu keterlibatan lintas sektor dan masyarakat secara konvergen,” tutur Riana Sari Arinal.

Pemerintah Daerah mendapat amanat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan  angka stunting  di tanah air.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas Rencana Pembanguna Daerah dan serius mengupayakan penurunan stunting ditahun 2024 sebesar 14%, dimana saat ini berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 Prevalensi Stunting Provinsi Lampung mencapai 15,2%,” jelasnya.

Riana Sari Arinal mengungkapkan bahwa upaya percepatan penurunan prevalensi stunting pun tidak cukup dengan intervensi pada kasus-kasus ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu hamil anemia, dan balita gizi kurang dan yang kurang standar panjang/tinggi badannya. Namun harus melalui pencegahan dari hulu hingga hilir, sejak remaja, calon pengantin, hingga bayi usia lima tahun.

Baca Juga  Bersama Mentan dan Mendag RI, Gubernur Lampung Lakukan Gerakan Tanam Kedelai di Kecamatan Bulok Tanggamus

“Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung bersama dengan OPD terkait membuat program Desa Model Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting di 15 Kabupaten/Kota yang kami beri nama DESA SIGER (bebas StuntinG, pEduli anak, dan ramah peRempuan),” paparnya.

Desa model ini, diharapkan akan menjadi contoh ideal kelembagaan atau kegiatan yang seyogyanya ada di dalam suatu desa sebagai satuan unit pemerintah terkecil.

(Visited 17 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *