Lalu, ketiga, Keterlibatan aktif dalam upaya penurunan stunting, keempat, Penguatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Kelima, Pembangunan infrastruktur peningkatan jalan guna konektivitas antar wilayah sebagai pondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Kasus stunting di Pringsewu masih tercatat sebanyak 13 kasus. Oleh karena itu, Ia mendorong seluruh pihak baik dari kader posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk bergerak bersama menekan angka tersebut.
Pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita dan ibu hamil juga menjadi fokus dalam rangka pencegahan stunting.
“Kita harus bergotong-royong, sama-sama bukan hanya posyandu aja yang bekerja untuk menekan angka stunting di Kabupaten Pringsewu, khususnya di desa Sukamulya ini, tetapi kita juga ibu-ibu TP PKK ini saya wajibkan untuk bergotong-royong bersama-sama, semangat memfasilitasi mengadakan sarana-sarana seperti yang ada di kebun PKK ataupun kolam untuk mencegah Stunting ini kita harus memberikan protein yang tinggi kepada balita khususnya,” tegasnya.
Dalam upaya mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan keluarga, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa diperlukan sinergitas dari seluruh pihak, baik itu pemerintah provinsi, daerah, stakeholder terkait maupun masyarakat itu sendiri.
“Di sini kita harus kerja guyub, kerja guyub demi kemajuan desa. Keberhasilan program PKK tidak bisa kita lakukan sendiri, kami sangat bergantung pada sinergi yang baik antara pemerintah kabupaten Pringsewu masyarakat dan seluruh elemen pendukung,” ucapnya
“Saya menghimbau, mengajak bapak ibu semua untuk terus menjaga semangat kita membangun desa membangun kabupaten Pringsewu dengan bergotong-royong meningkatkan kolaborasi serta mengembangkan inovasi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa masing-masing,” ajaknya.











