Masyarakat Indonesia rata-rata hanya aktif berjalan kaki sebanyak 3,513 langkah saja, sangat jauh apabila dibandingkan dengan warga Tiongkok yang sehari berjalan dengan rata-rata 6,189 langkah.
Hal tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat Indonesia terutama kaitannya dengan obesitas yang dimana Indonesia juga dinyatakan menempati peringkat ke-17 sebagai negara dengan penduduk yang mengalami obesitas terbanyak di dunia.
Gubernur Arinal mengajak masyarakat Lampung untuk rajin berjalan kaki karena menurutnya jalan kaki secara teratur dapat memberikan dampat positif bagi kesehatan maupun lingkungan serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Ia juga menilai bahwa berjalan kaki sangat berperan penting dalam mengurangi perubahan iklim dan memperbaiki lingkungan.
“Dengan berjalan kaki, kita dapat mengurangi polusi udara, emisi gas rumah kaca, polusi suara dan bahkan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, budaya jalan kaki harus kembali kita galakkan,” tandasnya. (Rls/SA)











