Menurut Hermawan Saputra, seorang apoteker pun bahkan kerap melakukan konfirmasi ulang kepada dokter saat membaca resep darinya.
Akan tetapi, saat ini, masalah tulisan jelek dokter mulai teratasi seiring era digital dan komputerisasi.
Para dokter saat ini sering menuliskan resepnya di komputer alih-alih tulis tangan.
Namun, kata Hermawan Saputra, peralihan itu tetap mengharuskan apoteker yang membaca resep untuk melakukan konfirmasi ulang.
“Jadi tetap kalaupun ada peralihan full antara penggunaan peresepan konvensional dengan yang sifatnya electronic base, maka tetap harus ada fungsi konfirmasi dan itu dimungkinkan secara teknologi,” jelasnya. (SA)






