Tahun ini, Pemprov menargetkan distribusi hampir 200 unit dryer dan akan ditingkatkan menjadi 500 unit pada 2027-2028 di setiap desa
Menurut Gubernur, keberadaan dryer desa akan membuka peluang lahirnya industri pakan ternak berbasis UMKM, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
“Kita ingin pakan murah berbasis bahan baku lokal. Limbah pertanian bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Kalau ini berhasil diduplikasi di ratusan desa, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi protein masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut, meski Lampung menjadi salah satu daerah pemasok protein nasional, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Oleh sebab itu, ia meminta ISPI turut membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor peternakan.
“Protein itu bukan hanya soal pangan, tapi investasi kualitas SDM. Kita ingin anak-anak Lampung tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Selain itu, Gubernur mengajak ISPI untuk aktif mendukung riset dan inovasi peternakan, mulai dari pengembangan pakan lokal, pengolahan hasil peternakan, hingga pendampingan teknologi kepada peternak.
“ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak, mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan, menjaga mutu keamanan pangan dan standar halal, serta menjadi motor inovasi peternakan Lampung,” tegasnya.
Di akhir, Gubernur mengajak seluruh elemen, termasuk ISPI, untuk bersama-sama membangun Lampung melalui sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
“Mari sama-sama kita bermitra dan menjadi partner strategis untuk menumbuhkan ekonomi Lampung agar lebih baik ke depan demi masa depan anak dan cucu kita,” tandasnya. (Rls/SA)











