Bandar LampungEKBISLampung

Lewat Forum Coffee Morning, OJK Provinsi Lampung Dorong Sinergi Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

41
×

Lewat Forum Coffee Morning, OJK Provinsi Lampung Dorong Sinergi Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning bertajuk "Sinergi Penegakan Hukum pada Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung" || Foto: OJK Provinsi Lampung
OJK Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning bertajuk "Sinergi Penegakan Hukum pada Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung" || Foto: OJK Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning bertajuk “Sinergi Penegakan Hukum pada Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung”, Kamis (12/6/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, S.H., L.L.M., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, dan Perwakilan dari Kepolisian Daerah Lampung, KOMBES POL Dery Agung Wijaya, S.H., S.I.K., M.H. selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus.

Baca Juga  Lewat ACT Bandar Lampung, OJK dan FK-IJK Provinsi Lampung Salurkan Bansos Sembako Ramadhan untuk Yatim dan Prasejahtera

Selain itu, turut hadir pula para Pimpinan pelaku Industri Jasa Keuangan, jajaran Pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Lampung dan perwakilan Asosiasi Industri Jasa Keuangan.

Baca Juga  Inklusi Keuangan, Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Acara ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi berbagai tantangan hukum di sektor keuangan daerah, khususnya di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Otto Fitriandy selaku Kepala OJK Provinsi Lampung menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan dan penegakan hukum di Sektor Jasa Keuangan tidak dapat dicapai oleh satu lembaga saja.

Baca Juga  Gelar Media Gathering, OJK Lampung Ajak Insan Pers ke Brand Sepatu Lokal Bandung

“Sinergi yang kuat antara OJK, Kepolisian, Kejaksaan, serta pelaku industri keuangan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kejahatan keuangan hingga praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat,” tutur perwakilan OJK.