LampungPemerintahanTulang Bawang

Lindungi Generasi Masa Depan, Ketua YJI Provinsi Lampung Dorong Deteksi Dini Penyakit Jantung Rematik

×

Lindungi Generasi Masa Depan, Ketua YJI Provinsi Lampung Dorong Deteksi Dini Penyakit Jantung Rematik

Sebarkan artikel ini
Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meninjau pelaksanaan skrining Rheumatic Heart Disease (RHD) atau Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang untuk pertama kalinya digelar di Provinsi Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meninjau pelaksanaan skrining Rheumatic Heart Disease (RHD) atau Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang untuk pertama kalinya digelar di Provinsi Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan pencegahan dan deteksi dini.

“Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang sangat mendukung kegiatan ini. Pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Hankam berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang, Herlinawati Qudrotul, S.H., menambahkan bahwa kesehatan jantung harus menjadi perhatian sejak anak-anak. Menurutnya, deteksi dini merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

“Melalui kegiatan skrining ini, kita ingin memastikan kesehatan jantung anak-anak dapat diketahui sejak dini. Dengan pemeriksaan yang tepat, apabila ditemukan adanya indikasi penyakit, maka dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Iwet Ramadhan, menerangkan bahwa penyakit jantung rematik umumnya berawal dari infeksi tenggorokan akibat bakteri yang tidak ditangani dengan baik hingga memicu kerusakan pada katup jantung.

Karena itu, edukasi kepada masyarakat serta pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Penyakit jantung rematik sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, serta memberikan penanganan sedini mungkin,” terangnya.

Pelaksanaan skrining RHD/PJR di Kabupaten Tulang Bawang menjadi tonggak awal penguatan deteksi dini penyakit jantung rematik di Provinsi Lampung.

Melalui sinergi antara Yayasan Jantung Indonesia, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak memperoleh akses pemeriksaan kesehatan jantung sehingga kualitas kesehatan generasi penerus dapat terus ditingkatkan. (Rls/SA)