NasionalPeristiwa

Maksud Hati Ingin Mendukung, Ade Armando Malah Babak Belur

24
×

Maksud Hati Ingin Mendukung, Ade Armando Malah Babak Belur

Sebarkan artikel ini
Wajah Ade Armando Babak Belur Usai Dihajar Masa Pada Demostrasi 11 April 2022 || Foto: Istimewa, 5w1hindonesia.id
Wajah Ade Armando Babak Belur Usai Dihajar Masa Pada Demostrasi 11 April 2022 || Foto: Istimewa, 5w1hindonesia.id

5w1hindonesia.id, Nasional – Maksud hati ingin mendukung gerakan masa di gedung DPR RI, penggiat sosial media dan Dosen FISIP UI, Ade Armando malah babak belur di hajar masa.

Peristiwa tersebut terjadi saat sekelompok orang menghampiri Ade dan mengatakan “munafik Buzzer” dan makian lainnya. Ade pun tak tinggal diam, dia sempat mempertanyakan apa maksud dari makian yang ditujukannya tersebut.

Baca Juga  Tiket Damri Lampung Sudah Bisa Dipesan Untuk Keberangkatan H-10 Lebaran

Tak lama kemudian, Ade mulai dikerumuni masa. Beberapa orang mencoba untuk melindungi, namun jumlah masa yang menyerang Ade cukup banyak dan terus bertambah.

Dalam video yang beredar luas di dunia maya, pemilik chanel youtube “Logika Ade Armando” itu babak belur di hajar masa, bahkan nyaris tanpa busana.

Selang beberapa waktu, Ade Armando pun diamankan oleh aparat kepolisian dengan muka penuh luka dan lebam akibat hantaman masa.

Baca Juga  Pj Gubernur dan Pj Ketua PKK Sumsel Terima Gelar Adat Kabupaten Muara Enim

Ade Armando Mendukung Aksi

Ade Armando yang hadir pada aksi 11 April tersebut sejatinya mendukung gerakan mahasiswa terkait penolakan tiga periode masa kepemimpinan presiden Jokowidodo.

“Mau dukung kalau gugatannya adalah agar tidak diperpanjang supaya dihentikan tiga periode saya setuju,” ujar Ade seperti dikutip dari Tribunews.com.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan gelombang aksi penolakan hari ini merupakan pesan bagi seluruh partai yang mendukung tiga periode masa kepemimpinan Jokowi.

Baca Juga  1 Syawal Jatuh Pada 2 Mei 2022

Ia khawatir, jika wacana tiga periode terus digaungkan akan memancing gelombang aksi penolakan yang lebih besar.

“(Alasannya) enggak pantes. Artinya sekarang sudah ramai, padahal baru 2022. Kalau harus diubah amandemen kan butuh waktu,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *