oleh

Miliki Ribuan Pil Ekstasi Seorang Kurir Harus Mendekam di Penjara

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Kedapatan miliki sekitar 3 ribu pil ekstasi yang siap edar. Seorang kurir harus berurusan dengan Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung.

Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Polda Lampung, AKBP Wika Hardiyanto mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari 20 butir pil ekstasi yang diamankan atas informasi dari masyarakat.

“Dari informasi tersebut kami lakukan penyelidikan dan pemantauan di seputar Kedamaian. Hasilnya kami mendapati orang yang mencurigakan dan langsung kami lakukan penggeledahan,” ujarnya saat memimpin ekspose, Senin (8/6/2020).

Baca Juga  Operasi Aman Nusa II, Polda Lampung Terjunkan 89 Personel

Alhasil saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu buah kotak rokok yang berisikan dua buah plastik paket pil ekstasi, sehingga berlanjut untuk di kembangkan.

Pria berinsial HBS yang membawa narkoba tersebut langsung diamankan dan melanjutkan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka yang berlokasi di jalan Pangeran Antasari.

“Kita temukan satu buah kotak di bawah lemari pakaian. Didalamnya ada 38 bungkus plastik yang berisikan pil ekstasi warna hijau, dan empat bungkus plastik pil ekstasi berbentuk kapsul dengan total 3 ribu butir,” jelasnya.

Baca Juga  Pemberlakuan PPKM Darurat, Wali Kota Eva Dwiana: Ini Tidak Lain Upaya Supaya Bandar Lampung Masuk Zona Aman

Wika menerangkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, HBS ternyata berperan sebagai kurir dalam sindikat ini.

“Dari keterangannya tersangka ini hanya diperintah, dirinya hanya sebagai gudang,” lanjutnya.

Kemudian tersangka HBS itu mengakui juga barang didapatnya merupakan milik KN warga binaan yang saat ini tengah mendekam pada salah satu Lapas yang ada di Kota Bandar Lampung.

“Jadi HBS mendapatkan perintah dari KN akan diserahkan kepada siapa siapa saja narkotika tersebut. Pengakuan tersangka ini masih kami kembangkan,” kata dia.

Baca Juga  Penyerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 2021, Gubernur Lampung Minta Seluruh Tenaga Kerja Bekerja dengan Aman dan Terlepas dari Ancaman dan Penyakit

Terlebih pihaknya pun mengaku jika narkoba tersebut berasal dari Pekanbaru, Riau. “Saya gak tahu yang nyuruh, hanya lewat HP, pokoknya saya disuruh nyebar ke daerah aja udah, perintahnya begitu,” ucapnya menirukan tersangka.

Atas perbuatannya pelaku terancam dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo 112 Ayat (20 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup. (FO)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed