Bandar LampungLampungLampung SelatanPemerintahan

Mulai Besok, Rute Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur Resmi Dibuka

105
×

Mulai Besok, Rute Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini
Mulai 12 Februari 2026, Maskapai TransNusa akan melayani penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia di Bandara Radin Inten II || Foto: Istimewa
Mulai 12 Februari 2026, Maskapai TransNusa akan melayani penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia di Bandara Radin Inten II || Foto: Istimewa

Untuk memastikan rute ini berkelanjutan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga menyiapkan kunjungan ke Malaysia yang dirancang sebagai misi pembangunan, bukan perjalanan seremonial.

Agenda meliputi promosi pariwisata Lampung, penjajakan kerja sama perdagangan, hingga penguatan layanan bagi pekerja migran asal Lampung.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para migran di Malaysia. Banyak yang ingin pulang langsung ke Lampung tanpa transit Jakarta. Ini soal kemudahan dan martabat warga,” ucap Bambang.

Baca Juga  Pilkada Bandarlampung, Herman HN Ajak Istri Coblos di TPS 06

Pemprov Lampung juga menjadwalkan pertemuan dan diskusi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta mitra strategis di Malaysia, termasuk pelaku usaha dan asosiasi perjalanan.

Baca Juga  Kurangi Angka Pengangguran, Pemprov Lampung Dorong Partisipasi Masyarakat Dalam Bursa Kerja

Sejumlah asosiasi seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), dan Perkumpulan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Indonesia (PPUI), serta para travel agent menyatakan minat terlibat, baik untuk paket wisata, umrah, maupun kerja sama bisnis lintas negara.

Bambang menegaskan, dukungan luas masyarakat menjadi kunci agar penerbangan ini berkelanjutan dan status internasional bandara benar-benar terkunci.

Baca Juga  Kembali Berstatus Internasional, Pemprov Lampung dan Stakeholder Sinergikan Kesiapan Bandara Radin Inten II

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau maskapai. Kalau penerbangan ini diisi dan dimanfaatkan, maka Bandara Radin Inten II akan tetap menjadi bandara internasional yang hidup,” tandanya. (Rls/SA)