Bandar LampungLampungPemerintahan

OJK: Kredit Produktif, UMKM dan Investasi Masyarakat Lampung Terus Menguat

×

OJK: Kredit Produktif, UMKM dan Investasi Masyarakat Lampung Terus Menguat

Sebarkan artikel ini
Kegiatan media update bersama insan media Provinsi Lampung yang digelar oleh OJK Provinsi Lampung || Foto: OJK Provinsi Lampung
Kegiatan media update bersama insan media Provinsi Lampung yang digelar oleh OJK Provinsi Lampung || Foto: OJK Provinsi Lampung

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tiga pilar utama alokasi kredit, yaitu: Kredit Modal Kerja sebesar Rp 54,64 T (tumbuh 2,17% yoy), Kredit Investasi sebesar Rp 18,93 T (tumbuh 9,00% yoy), Kredit Konsumsi sebesar Rp 40,99 T (tumbuh 8,15% yoy).

Kualitas kredit tetap terjaga dengan sangat baik di bawah threshold aman. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,73% dengan nominal Rp 3,13 triliun, sedangkan rasio NPL net berada pada level yang sangat sehat sebesar 1,31%.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Lampung mencapai Rp 75,20 triliun, atau tumbuh sebesar 8,77% (yoy) (meningkat sebesar Rp 6,06 triliun), dengan kontribusi Tabungan sebesar Rp 43,35 triliun, Deposito sebesar Rp 19,77 triliun, dan Giro sebesar Rp 12,08 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan UMKM menunjukkan sektor produktif tetap menjadi prioritas industri perbankan di Lampung. OJK akan terus memperluas akses pembiayaan melalui pendekatan ekosistem agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memperoleh pendampingan dan akses pasar.

Sementara itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 4,35 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,15% (yoy) yang dinikmati oleh 73.787 debitur.

Konsentrasi penyaluran KUR tertinggi berada di tiga wilayah utama dengan basis ekonomi pedesaan, yakni Kabupaten Lampung Tengah (Rp 220,10 M), Kabupaten Lampung Timur (Rp 140,11 M baki debet total akumulatif/porsi pedesaan), dan Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan lokasi proyek, total penyaluran kredit Bank Umum per sektor ekonomi di Lampung mencapai Rp 95,34 triliun dengan kontribusi sektoral terbesar didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan sebesar 23,6% (Rp 22,47 T), diikuti oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 22,2% (Rp 21,18 T), Sektor Rumah Tangga sebesar 19,4% (Rp 18,52 T), Sektor Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar 18,44% (Rp17,57 T), serta Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 15,5% (Rp14,73 T).

Secara spasial (berdasarkan lokasi perbankan), total kredit tercatat sebesar Rp 88.704,26 miliar dengan konsentrasi utama di Kota Bandar Lampung yang memberikan kontribusi dominan sebesar 57,86% (Rp 51.314,38 miliar) dan Kota Metro sebesar 10,43% (Rp 9.256,07 miliar). (Rls/SA)