Diantaranya, jumlah perusahaan batik besar dan menengah sebanyak 208, dan jumlah perusahaan batik kecil dan menengah sebanyak 2.951 dengan total tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.
Selain berdampak positif pada perekonomian, Gubernur Arinal juga menilai industri batik Lampung telah membuka pintu bagi penciptaan lapangan kerja.
“Ini adalah peluang yang sangat berharga, terutama bagi para perempuan dan pemuda, untuk mengembangkan keterampilan mereka dan mendukung kehidupan mereka secara finansial,” ujarnya.
Gubernur Arinal bekomitmen bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama dengan mitra terkait akan terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor Batik Lampung, baik berupa pelatihan dan bantuan teknis, sehingga dapat memperluas peluang kerja bagi masyarakat Lampung, dalam upaya mendukung pertumbuhan industri batik di Lampung.
“Melalui upaya ini kita berusaha memastikan bahwa industri batik Lampung akan terus berkembang, mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, dan meningkatkan pendapatan masyarakat Lampung,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan mempromosikan batik Lampung, sehingga warisan budaya kita ini akan terus berkilau dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Lampung.
Sementara itu, Ketua Pelaksana acara Rusdiana Adi Erlansyah mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan momen istimewa tampilan karya-karya pengrajin batik lampung dalam bentuk parade batik dan pameran batik. (Rls/SA)











