Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Mendagri: Harga Pangan Jadi Perhatian Utama

52
×

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Mendagri: Harga Pangan Jadi Perhatian Utama

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Kenapa terjadi deflasi, itu karena adanya subsidi, diskon dari pemerintah itu 50% untuk pelanggan dibawah 2.200 VA itu jumlahnya hampir 80 juta orang dan itu Januari dan Februari, nilainya 13 triliun, ini kebijakan bapak presiden, besar pengaruhnya kepada angka Inflasi, terjadi minus untuk harga yang diatur oleh pemerintah,” terangnya.

Mendagri juga menyoroti bahwa daya beli masyarakat dapat dilihat dari core inflation atau inflasi inti, dimana inflasi inti ini yang menunjukkan bagaimana situasi di lapangan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Terima Kunjungan BULD DPD RI, Bahas Penguatan Kualitas Regulasi Daerah

“Core inflation atau inflasi inti yaitu diluar makanan minuman dan diluar dari harga yang diatur pemerintah, itu betul-betul menunjukkan bagaimana situasi di lapangan. Kalau melihat angka-angka itu, tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, ini termasuk komponen banyak yang beli emas 8,43% tinggi, artinya masyarakat masih mampu mengeluarkan uang untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ucapnya.

Baca Juga  Jalin Sinergi dengan TNI, Pemprov Lampung Dukung Pembentukan Kodam XX

“Yang nomor 2 adalah makanan dan minuman/ restoran 2,47%, masyarakat masih bisa keluar uang untuk ke restoran. Pendidikan 2,04%, kemudian rekreasi, olahraga dan budaya 1,14%, untuk kesehatan 1,79%, membeli pakaian dan alas kaki masih plus 1,18%, ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi kita bukan karena supply nya yang kurang, supply cukup,” lanjutnya.

Mendagri juga menegaskan bahwa komoditas jagung dan beras, Indonesia berada di puncak panennya sehingga stok dapat mencukupi.

Baca Juga  Resmi Ditetapkan, DKI Jakarta Jadi Provinsi Tertinggi UMP di Tahun 2022

“Komoditas utama beras dan jagung, kita saat ini lagi puncak panen, cukup, stok beras kita sangat tinggi. Jadi, daya beli masyarakat masih ada dan harganya, supply, cukup, itulah yang membuat terjadinya inflasi ditambah lagi dengan subsidi pemerintah pada sektor listrik,” tandasnya. (Rls/SA)