Gubernur menerangkan, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Lampung. Karena itu, arah pembangunan ekonomi daerah ke depan akan semakin diarahkan pada pengembangan hilirisasi komoditas pertanian.
Menurutnya, nilai tambah dari berbagai komoditas yang dihasilkan Lampung masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.
“Karena Lampung ini daerah sektor pertanian, maka arah utamanya adalah menghilirisasi pertanian-pertanian yang ada di kita,” terangnya.
Gubernur Mirza menilai peningkatan daya saing daerah menjadi salah satu kunci untuk menarik investasi ke sektor hilirisasi. Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menciptakan kondisi yang kompetitif dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Pemerintah, kami, nomor satu adalah bagaimana menjadikan Provinsi Lampung ini provinsi yang kompetitif dalam melakukan investasi untuk hilirisasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengembangan industri hilir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga membangun keterkaitan antara sektor hulu dan hilir sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Gubernur Mirza, keterkaitan antarsektor perlu dibangun melalui ekosistem usaha yang saling mendukung. Dengan demikian, keberadaan industri di Lampung tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga memperkuat rantai pasok, menyerap hasil produksi petani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, posisi geografis Lampung yang strategis dan memiliki konektivitas dengan wilayah lain menjadi modal penting dalam membangun kawasan industri dan rantai pasok berbasis komoditas.
“Industri-industri ke depan kita undang untuk menghilirisasi komoditas yang ada. Bukan hanya Lampung, karena kita dekat dengan pelabuhan. Jadi supply chain-nya bisa mengambil aglomerasi lima provinsi,” kata Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha, persaingan yang sehat, serta kepentingan masyarakat.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Lampung dan KPPU dalam menciptakan ekosistem persaingan usaha yang sehat, mendorong investasi, serta mendukung percepatan hilirisasi sektor-sektor unggulan di Provinsi Lampung. (Rls/SA)











