Gubernur juga menekankan bahwa Program Kelas Migran Vokasi menjadi salah satu program prioritas yang mendukung tiga misi pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah, satuan pendidikan, hingga lembaga pelatihan kerja (LPK) menjalankan program tersebut secara serius agar mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar siap bekerja di luar negeri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menuturkan Program Kelas Migran Vokasi lahir dari kebutuhan riil Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
Menurutnya, konsep tersebut bahkan mendapat perhatian pemerintah pusat dan menjadi salah satu inspirasi bagi pengembangan program SMK Go Global.
“Program ini disiapkan sejak peserta didik masih berada di sekolah sehingga proses pembentukan kompetensi, karakter, hingga kemampuan bahasa dapat dilakukan lebih efektif. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan implementasinya berjalan sesuai arah dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, melakukan pengawasan, evaluasi, serta memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan dengan baik sehingga target program pada tahun ajaran 2026/2027 dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menjelaskan rapat tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan selama satu tahun sekaligus menyusun berbagai penyempurnaan untuk pelaksanaan tahun ajaran mendatang.
Menurut Thomas, pada pelaksanaan perdana program, lebih dari 8.000 siswa menyatakan minat mengikuti pembelajaran bahasa Jepang. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 193 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Untuk meningkatkan keberhasilan program, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperketat proses seleksi peserta melalui asesmen awal, pemeriksaan kesehatan, pengukuran minat dan komitmen peserta, serta dukungan dari orang tua.
Selain itu, proses seleksi LPK juga akan diperketat agar peserta mendapatkan pendampingan dari lembaga pelatihan yang memiliki kualitas terbaik.
Thomas menambahkan, pola pembelajaran bahasa Jepang juga akan diperkuat. Jika sebelumnya pembelajaran dilakukan dua kali dalam sepekan, pada tahun ajaran 2026/2027 kegiatan belajar akan dilaksanakan setiap hari agar kemampuan bahasa peserta meningkat lebih cepat dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja di Jepang.
Melalui penyempurnaan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis Program Kelas Migran Vokasi akan melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta mampu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Rls/SA)











