LampungPemerintahanPesawaran

Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

×

Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini

Tas tersebut harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika evakuasi diperlukan.

“Prinsipnya satu orang satu Tas Siaga Bencana dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang atau tempat yang tidak bisa dijangkau,” ucapnya.

TSB dapat berisi kebutuhan dasar seperti air minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, surat berharga, uang, serta perlengkapan tambahan seperti senter dan radio komunikasi.

Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada menyikapi aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.

Masyarakat diminta menggunakan masker dan, jika memungkinkan, kacamata saat beraktivitas di luar rumah dan makanan serta minuman juga perlu ditutup untuk mencegah paparan abu vulkanik.

“Partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah juga menerima laporan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani mengatakan bahwa Pemkab Pesawaran telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan sejak menerima laporan aktivitas erupsi pada Sabtu sore.

Dinas Kesehatan kemudian membuka posko dan mendistribusikan masker kepada masyarakat.

Hingga saat ini, pembagian masker telah dilakukan di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran dengan jumlah sekitar 80.000 masker.

BPBD Kabupaten Pesawaran juga mendistribusikan bantuan masker, terutama ke empat kecamatan yang berada di wilayah pesisir.

Selain bantuan, Pemkab Pesawaran memanfaatkan grup komunikasi Desa Tangguh untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara real-time.

Informasi perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau diteruskan secara berkala, termasuk setiap enam jam.

Sopyan meminta kepala desa dan camat, khususnya di wilayah pesisir, memastikan seluruh kepala desa kembali aktif dalam grup komunikasi tersebut agar tidak kehilangan informasi penting terkait perkembangan situasi.

Di sisi lain, Sopyan menyebut seluruh desa di Kabupaten Pesawaran secara legal telah dibentuk sebagai Desa Tangguh. Namun, sebagian desa masih membutuhkan penguatan kapasitas melalui pelatihan dan pembekalan.

“Pembentukan sudah kita lakukan. Ke depan, mudah-mudahan untuk penguatan Desa Tangguh bisa kita laksanakan,” tandasnya. (Rls/SA)