Mengusung tema ‘Simply Great Sustainably Brave’, Rapimnas IPPNU 2026 diharapkan mampu menumbuhkan keberanian kader untuk terus bergerak dan mengabdi secara berkelanjutan bagi organisasi, masyarakat, dan negara.
Sementara itu, Ketua PWNU Lampung, Puji Rahardjo, menyampaikan bahwa Lampung merupakan salah satu wilayah Nahdlatul Ulama di luar Pulau Jawa yang memiliki kategori A, ditandai dengan aktifnya seluruh badan otonom, lembaga, hingga ranting organisasi.
Ia berharap para peserta Rapimnas dari seluruh Indonesia dapat memperoleh banyak pengalaman dan inspirasi selama berada di Lampung.
Puji juga menekankan agar Rapimnas tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang realistis dan relevan dalam menghadapi tantangan global, termasuk persoalan ekonomi, geopolitik, hingga perlindungan anak dan pelajar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, mengatakan Rapimnas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Kongres IPPNU yang akan datang.
Menurutnya, organisasi pelajar harus mampu beradaptasi dengan era disrupsi dan bonus demografi melalui peningkatan kapasitas pendidikan, kepemimpinan, dan literasi teknologi.
Whasfi juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Kondisi tersebut mendorong PP IPPNU meluncurkan Program Nasional ‘Teman Sebaya’ sebagai gerakan pencegahan dan penanganan dini kekerasan seksual di kalangan pelajar dan santri.
“Teman Sebaya merupakan gerakan untuk membangun sistem peringatan dini di lingkungan pelajar. Teman harus menjadi pendengar yang baik, mampu mengenali tanda-tanda kekerasan, serta berani membantu korban untuk bersuara,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya melalui penandatanganan petisi dukungan bersama Ketua Umum PP IPPNU, perwakilan Ketua OSIS, Ketua Rohis, dan perwakilan PW IPPNU.
Peluncuran Program Nasional ‘Teman Sebaya’ ditandai dengan pemasangan vest oleh Wakil Gubernur Lampung kepada perwakilan pelajar dan kader IPPNU.
Program ‘Teman Sebaya’ merupakan gerakan nasional anti kekerasan seksual yang digagas PP IPPNU sebagai langkah tanggap darurat dan upaya preventif komunal dalam menghadapi meningkatnya laporan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan umum maupun keagamaan di Indonesia. (Rls/SA)











