“Dengan diakreditasi oleh KAN, artinya Laboratorium telah berada pada suatu bagian dari satu komunitas internasional, yang diakreditasi oleh Badan-Badan Akreditasi penandatangan MRA dari lebih dari 100 negara di dunia, salah satunya Indonesia melalui KAN,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad pada acara Pertemuan Teknis Laboratorium dan Penyelenggara Uji Profisiensi yang oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) diselenggarakan untuk wilayah Indonesia Timur di Makassar, Kamis (2/2/2023).
Pertemuan ini dihadiri 220 peserta laboratorium dan penyelenggara uji profisiensi secara offline, dan lebih dari 150 peserta secara daring.
Pada kesempatan yang sama, KAN juga mensosialisasikan kebijakan dan informasi terkini akreditasi, yakni kebijakan KAN U-01 mengenai syarat dan aturan akreditasi lembaga penilaian kesesuaian yang disampaikan oleh Analis Standardisasi Ahli Madya BSN, Herlin Rosdiana.
Kemudian, Kebijakan KAN U-03 Rev.02 Penggunaan Simbol Akreditasi KAN, dan kebijakan KAN U-04 Rev.01 Penggunaan Tanda Gabungan ILAC MRA dan IAF MLA yang disampaikan oleh Analis Standardisasi Ahli Madya BSN, Neni Widyana.
Layanan Laboratorium Membantu UMKM Kopi Mamasa Go Internasional
Di tingkat nasional, salah satu penggerak ekonomi resiko rendah adalah UMKM, yang perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat bersaing dalam perdagangan global.
UMKM diharapkan dapat memenuhi jaminan kualitas mutu produk dengan tetap menerapkan efisiensi produksi untuk dapat bersaing dalam perdagangan nasional maupun global.
Salah satu contoh success story UMKM binaan BSN di wilayah Sulawesi Selatan yang telah menerapkan SNI dalam produknya, yaitu UMKM Kopi Mamasa, memberikan testimoninya sebagai produsen kopi yang telah menerapkan standar pada produk kopinya, sehingga produk kopinya dapat diterima di beberapa negara lain, di antaranya Korea, Jepang, dan Malaysia.
“Berkat layanan laboratorium Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM) yang telah terakreditasi oleh KAN, Kopi Mamasa berhasil merambah ke pasar nasional dan internasional. Masyarakat semakin percaya dengan kualitas produk Kopi Mamasa,” ungkap Yakub Tato, pemilik usaha Kopi Mamasa dalam acara Pertemuan Teknis ini. (Rls/SA)











