Samsudin mengungkapkan bahwa ini harus segera dilaksanakan, karena makan gizi gratis ini memiliki efek multiplier, termasuk terhadap peningkatan ekonomi.
“Tidak ada tawar-menawar lagi, bahwa ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena makan gizi gratis ini efeknya multiplier, seperti kepada pedagang sayuran, makanan, dan lain-lain. Dan itu akan berimbas kepada peningkatan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah yaitu kenaikan ekonomi pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” papar Samsudin.
Teknis pelaksanaan makanan bergizi gratis, Ia menjelaskan bahwa di pusat sudah ada Badan Gizi Nasional yang dibantu oleh kementerian-kementerian lain, tetapi secara nomenklatur itu belum turun belum sampai ke tingkat provinsi.
“Tentunya untuk mengantisipasi hal tersebut, maka kita akan buat siapa yang bertanggung jawab sementara untuk menangani pelaksanaan gizi gratis sampai dikeluarkan secara resmi nomenklatur yang harus dilaksanakan oleh pemerintah provinsi,” ujarnya.
Selain Makanan Bergizi Gratis, penekanan lainnya juga terkait dengan pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, jelas Samsudin, Pemerintah provinsi Lampung komitmen bahwa pelayanan terhadap kesehatan masyarakat harus diutamakan.
“Apa yang sudah dicover melalui BPJS saat ini harus tetap dipertahankan, dan kalau memang anggarannya mampu harus ditambah, bukan dikurangi. Itu konsep Pemerintah, oleh karena itu saya selaku Gubernur Lampung memastikan bahwa tidak ada pengurangan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya. (Rls/SA)











