HSCC menghadirkan fitur-fitur digital seperti pelaporan real-time, verifikasi penerapan SOP K3 sebelum pekerjaan dimulai, hingga notifikasi potensi risiko yang langsung terhubung ke pengawas. Inovasi ini memperkuat pengendalian internal dan mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi situasi darurat.
Penguatan fungsi command center juga menjadi bagian dari transformasi budaya kerja PLN yang menempatkan aspek HSSE sebagai nilai dasar perusahaan, bukan hanya kewajiban prosedural.
“Inovasi ini menandai pergeseran dari pola kerja reaktif menjadi preventif. Kami ingin keselamatan menjadi bagian dari kesadaran kolektif, bukan sekadar formalitas,” imbuh Rizky.
Ke depan, PLN UID Lampung akan terus menyempurnakan sistem HSCC dengan integrasi data yang lebih luas, pelatihan berkelanjutan bagi personel lapangan, serta kolaborasi lintas fungsi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan berbasis teknologi dan budaya selamat, PLN UID Lampung berkomitmen menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan. (Rls/SA)











