Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung peningkatan produksi pangan melalui intensifikasi dan penerapan teknologi.
“Peningkatan produksi pertanian perlu didorong melalui intensifikasi, salah satunya dengan memastikan ketersediaan listrik di kawasan persawahan untuk mendukung pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian. Dengan penerapan sistem pertanian modern, produktivitas padi berpotensi mencapai 10 hingga 14 ton per hektare,” kata Hermansyah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau UPT Balai Benih Utama Kota Metro di kawasan Landbouw serta kawasan pertanian yang direncanakan menjadi lokasi percontohan atau demplot PMAAS.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan di lapangan dengan dukungan program pemerintah dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian.
Dengan luas lahan sawah sekitar 2.588 hektare, strategi intensifikasi menjadi pilihan untuk meningkatkan hasil produksi tanpa harus melakukan perluasan lahan.
“Penguatan infrastruktur pendukung, termasuk kelistrikan, menjadi semakin strategis seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian. Karena itu, sinergi dengan PLN UP3 Metro menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan program pemerintah dan memastikan kebutuhan listrik dapat mendukung aktivitas pertanian serta meningkatkan produktivitas petani,” ujar Bambang.
Sinergi PLN UP3 Metro bersama Pemerintah Kota Metro dan Kementerian Pertanian diharapkan tidak hanya mempercepat implementasi Program Listrik Masuk Sawah, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengakselerasi eksekusi program pemerintah pusat dan daerah tahun 2026, khususnya dalam mewujudkan pertanian yang semakin modern, produktif, dan berkelanjutan. (Rls/SA)











